Buwit, 12 Februari 2026 - Bulan Bahasa Bali merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Bali setiap bulan Februari sebagai upaya pelestarian bahasa, aksara, dan sastra Bali. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menguatkan identitas budaya Bali sekaligus menumbuhkan kebanggaan masyarakat terhadap warisan leluhur.
Pelaksanaan Kegiatan Bulan Bahasa Bali Tahun 2026 bertempat di Gedung Serbaguna Desa Buwit, dengan Tema “ATMA KERTHI – UDIANA PURNANING JIWA” yang memiliki makna Bulan Bahasa Bali merupakan altar pemuliaan Bahasa, Aksara dan Sastra Bali sebagai taman membangun jiwa yang maha sempurna. Pemerintah Desa Buwit menyelenggarakan Lomba Mesatua Bali, dimana peserta lomba ini adalah satu perwakilan Ibu PKK dari setiap Banjar Desa Buwit.
Kegiatan ini dihadiri oleh Bapak Perbekel Desa Buwit, Jro Bendesa Adat Buwit, Ketua TP PKK Desa Buwit, Ketua BPD Desa Buwit, Ketua LPM Desa Buwit, Penyuluh Bahasa Bali Desa Buwit, Perangkat Desa dan Staff, serta Babinsa dan Bhabinkamtibmas Desa Buwit. Dengan menghadirkan Juri Ida Bagus Gede Wisnawa, S.Pd dan Ni Putu Meiry Denayanti, S.Pd.
Setiap peserta membawakan cerita rakyat Bali yang mengandung pesan moral, seperti kejujuran, kerja keras, dan kebijaksanaan. Lomba mesatua Bali ini mendapat sambutan hangat dari Masyarakat Desa Buwit. Masyarakat pun turut hadir memberikan dukungan kepada para peserta, sehingga kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat hubungan antarwarga.
Kegiatan Bulan Bahasa Bali di Desa Buwit ditutup dengan penyerahan hadiah kepada para pemenang Lomba Mesatua Bali. Lomba Mesatua Bali bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan wadah untuk belajar, melestarikan budaya, dan menumbuhkan rasa percaya diri dalam menggunakan bahasa Bali. Oleh karena itu, baik pemenang maupun peserta yang belum meraih juara tetap memiliki peran penting dalam menjaga kelangsungan tradisi ini.
Melalui lomba mesatua Bali, diharapkan tumbuh generasi yang tidak hanya mampu berbicara dalam bahasa Bali dengan baik dan benar, tetapi juga memahami nilai-nilai moral yang terkandung dalam setiap cerita. Semangat kebersamaan dan cinta budaya inilah yang menjadi kemenangan sesungguhnya bagi semua peserta.